Minggu, 24 Januari 2016

Perkuatan struktur dengan Fiber Reinforced Plastic (FRP)

Kegagalan struktur dalam sebuah proses kontruksi memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Faktor penyebab terjadinya pun bisa dari berbagai macam, seperti terjadinya miss komunikasi antara owner dengan konsultan perencana, kesalahan pelaksanaan atau kesalahan dalam desain struktural. Jika terjadi kegagalan struktur pun tidak harus struktur tersebut untuk dibongkar dan dibangun kembali, melainkan dapat dilakukan proses perbaikan pada elemen struktur.

Perbaikan pada struktur dapat dilakukan dengan berbagai macam tindakan, seperti perkuatan dengan pembesaran dimensi (concrete jacketing), penambahan baja pada elemen struktur tersebut atau dengan penambahan Fiber reinforced plastic (FRP). Material komposit yang terbuat dari bahan fiber dan polymetric resin ini merupakan bahan material yang terbentuk dengan komposit laminasi yang daat diaplikasikan pada permukaan selimut pada beton sebagai perkuatan struktur. Metode perkuatan dengan FRP ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai bentuk struktur yang akan diperkuat, baik itu untuk perkuatan lentur, geser ataupun confinement pada kolom.
Baca selengkapnya

Perencanaan Struktur Beton (Pelat Lantai Kantilever) - Part. 6



Struktur dikatakan bersifat kantilever jika struktur tersebut memiliki satu tumpuan atau bersifat seperti pada gambar di samping. Struktur kantilever yang hanya menggunakan satu tumpuan sering digunakan untuk dapat memaksimalkan tapak pada lantai di atasnya tanpa mengurangi tapak yang berada di bawahnya jika dibandingkan dengan struktur biasanya yang menggunakan dua tumpuan/kolom. Namun, perlu diketahui pada struktur kantilever memiliki defleksi yang lebih besar. Sehingga, jika semakin besar defleksi yang terjadi maka semakin besar pula perkuatan struktru yang harus digunakan untuk mendukung struktur kantilever tersebut.
Baca selengkapnya

Sabtu, 16 Januari 2016

Precast Retaining Wall Methods - Metode Precast Retaining Wall

Precast merupakan metode pelaksanaan yang dapat memudahkan proses pelaksanaan. Selain dalam hal pelaksanaan dapat lebih cepat, metode precast lebih efisien dari segi biaya pelaksanaan. Retaining wall pun dapat dilaksanakan dengan metode precast. Precast retaining wall dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut:


Membuat open cut galian untuk lokasi retaining wall. Pengecoran lantai kerja unutk retaining wall dengan menambahkan alat bantu untuk tempat berdirinya retaining wall. Setelah lantai kerja dan alat bantu sudah terlaksana dan kering kemudian letakkan precast retaining wall panel dengan alat mobilisasi (tower crane atau mobile crane)


Baca selengkapnya

Minggu, 03 Januari 2016

Mass Concrete (Pengecoran Massal)

Mass concrete dalam dunia konstruksi yaitu pekerjaan pengecoran massal dengan jumlah volume pekerjaan beton yang sangat besar. Berdasarkan ACI:207 mass concrete memerlukan pengendalian thermal yang mana dalam hal ini pengecoran beton dengan volume yang besar mengakibatkan terjadinya proses hidrasi semen atau proses pengerasan dimana beton akan mengeras dengan cara mengeluarkan hidrasi yang besar. Bila terjadi retak dalam beton akibat mass concrete akan mengakibatkan terjadinya cold joint yang kemudian mengakibatkan beton menjadi tidak konjugasi. Terjadinya peningkatan panas di dalam beton diakibatkannya sisi luar beton yang memiliki temperatur yang lebih rendah mengakibatkan sisi terluar beton mengalami penurunan temperatur yang lebih cepat atau dengan kata lain sisi terluar beton mengalami pengerasan yang lebih cepat. 

Baca selengkapnya

Selasa, 22 Desember 2015

Teknologi Konstruksi : Half Slab Precast

Half slab precast adalah salah satu metode pelaksanaan konstruksi yang dapat mempercepat proses pelaksanaan. Half slab precast sering dilaksanakan oleh para kontraktor untuk dapat mempercepat pelaksanaan dan melakukan efisiensi. Banyak jurnal yang telah diterbitkan universitas yang memahas mengenai half slab precast memiliki keunggulan dalam mempercepat proses pelaksanaan dan lebih efisien jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Half slab precast utamanya yaitu melakukan fabrikasi pelat lantai di luar area pekerjaan. Umumnya half slab yaitu membagi pelat lantai menjadi dua layer dimana pada layer pertama difabrikasi terlebih dahulu di luar area pekerjaan yang kemudian diangkut menggunakan mobile/static crane untuk dipasang/ melakukan installasi pada area pekerjaan dan kemudian dilakukan pengecoran untuk layer kedua setelah telah terlaksananya pekerjaan pemasangan tulangan.

Half slab precast dapat digunakan pada pelat dengan tipe pelat satu arah. Half slab precast dapat dilaksanakan pada pelat dua arah dengan beberapa kondisi dimana penyaluran gaya pada tulangan tidak terputus yang mana half slab precast pada tulangan arah y sisi bawah terputus akibat proses precast yang harus dilakukan pada beberapa tahap dengan cara membagi-bagi menjadi beberapa panel.
Baca selengkapnya