Konversi Hasil Test Laboratorium Uji Tekan Beton

Setiap Proyek konstruksi mewajibkan untuk melakukan test beton pada setiap pelaksanaan konstruksinya yang pasti menggunakan material beton. Hal ini didasarkan untuk mengetahui kualitas material agar sesuai dengan data desain yang telah ditentukan di awal dan menghindari terjadinya fail pada struktur. Umumnya pengetesan benda uji dilakukan di hari ke 7 dan ke 28 dengan hari ke 28 dilakukan di laboratorium independen dan hari ke 7 dilakukan di lokasi batching plan supplier ataupun independen.

Hasil pengujian test lab belum tentu menghasilkan data berupa kuat tekan beton tersebut. Namun, terkadang hasil test lab uji tekan hanya menunjukkan gaya tekan yang diterima benda uji tersebut. Untuk melakukan konversi dapat dilakukan penghitungan sederhana seperti Berikut:

1. Benda Uji Silinder
Dalam hasil test benda uji silinder umumnya data yang keluar hanya gaya tekan benda uji dan diameter penampang benda uji dengan contoh sebagai Berikut:

F = 45.000 kgf; dengan diameter benda uji 15 cm

Maka, mencari Kuat tekan benda uji yaitu F/A (Force / Luas Penampang).

f'c = F / A;
f'c = (45.000*9,806) / (0,25*pi*150^2)
f'c = 24,97 MPa.

2. Benda Uji Kubus
Berbeda dengan benda uji silinder, untuk benda uji kubus dibutuhkan kembali factor pengali (konversi) dari benda uji kubus ke silinder, dengan contoh sebagai Berikut :

F = 45.000 kgf, dengan dimensi benda uji 15 x 15 x 15 cm

Maka, untuk mendapatkan nilai kuat tekan beton (f'c) yaitu :

f'c = F / A * Faktor
f'c = 45.000 / (15*15) * 0,083
f''c = 16,6 MPa

Dari hasil kuat tekan tersebut maka dapat kita bandingkan dengan rencana kuat tekan beton yang telah didesain oleh konsultan perencana, apakah sudah sesuai dengan data perencanaan dalam artian melebihi atau sama dengan data rencana atau malah kuat tekan beton lebih kecil? Jika, kuat tekan beton hasil benda uji lebih kecil dari rencana kuat tekan beton desain maka akan diperlukan review dan perbaikan struktur yang ada. Hal ini terkait dengan kekuatan gedung seutuhnya yang mana jika ada perlemahan pada satu titik maka akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap sumbu kekakuan dan kekuatan struktur tersebut.


Latest
Previous
Next Post »