Produktivitas Pekerjaan Struktur (Pekerjaan Pembesian / Baja Tulangan)

Produktivitas dalam duni konstruksi sangat dibutukan untuk saat meperoleh harga satuan pekerjaan. Harga satuan pekerjaan didapatkan dari jumlah kebutuhan material, alat dan upah yang kemudian dikalikan dengan harga masing-masing item tersebut. Besarnya produktivitas didasarkan dari kesulitan pekerjaan tersebut, sehingga data koefisien atau produktivitas yang dapat kita peroleh dari SNI tidak mutlak dapat digunakan di semua kondisi. Hal tersebut dikarenakan berbedanya tipe dan kondisi lahan dari setiap proyek konstruksi yang ada. Utamanya untuk pekerjaan struktur atas yaitu pekerjaan pengecoran, pekerjaan pembesian dan pekerjaan bekisting. Harga satuan untuk setiap pekerjaan tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa item antara lain rasio bekisting, besi dan beton. Karena dengan melihat kondisi rasio tersebut dapat mempengaruhi tingkat kesulitan pekerjaan. Semisal pekerjaan bekisting yang mana jika dalam luasan tapak 100 m2 terdapat 150 m2 pekerjaan bekisting akan didapat rasio 1,5 dalam pelaksanaannya akan lebih mudah dan produktivitas yang diperoleh akan semakin besar jika dibandingkan dengan rasio pekerjaan bekisting dengan rasio 2,0. Sama halnya dengan pekerjaan pembesian dan pengecoran.


Produktivitas yang diperoleh dari data SNI dapat kita update kembali dengan melakukan observasi pada proyek kita sendiri dengan cara penghitungan sesuai pada postingan saya sebelumnya Perhitungan Produktivitas Pekerjaan Struktur (Pekerjaan Bekisting). Dala postingan tersebut dapat diketahui mengenai produktivitas dari pekerjaan bekisting, sehingga untuk postingan ini akan lebih meninjau mengenai produktivitas pekerjaan pembesian.

Melihat dari SNI 7394:2008 mengenai tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan maka akan mendapatkan koefisien produktivitas : Pekerja 0,005, Tukang Besi 0,005, Kepala Tukang 0,0005 dan Mandor 0,0003 per kilogramnya. Atau dengan kata lain untuk dapat menyelesaikan 4.000 kg besi dalam satu hari maka akan membutuhkan jumlah tenaga pekerja 20 orang, tukang besi 20 orang, kepala tukang 2 orang dan mandor 1 orang. Namun, hal tersebut tentu saja tidak dapat digunakan untuk pedoman pelaksanaan karena realitasnya jumlah pekerja selalu tidak sama dengan jumlah tukang besi.

Sedikit berbeda dengan penelitina yang dilakukan oleh Khubab Basari dkk yang mana dalam penelitiannya pada proyek Dina Hotel dan Gedung BLKN didapatkan koefisien produktivitas untuk setiap 10 kg besi yaitu:

Sehingga dari data di atas dapat diketahui untuk dapat menyelesaikan 4.000 kg besi dalam satu hari akan membutuhkan pekerja 29 orang, tukang besi 24 orang, kepala tukang 6 orang dan mandor 6 orang.

Penentuan produktivitas dapat dikatakan setiap area ada perbedaan, namun deviasi yang terjadi tidak terlalu jauh. Namun, itu semua akan memberikan pengaruh pada harga satuan pekerjaan tersebut terlebih saat kita melakukan negosiasi pekerjaan pembesian pada vendor. Sehingga, dari data penghitungan di atas dapat digunakan sebagai dasar negosiasi kontraktor ke vendor ataupun owner ke kontraktor.
Previous
Next Post »