Teknologi Konstruksi : Desain Half Slab Precast

Half slab precast merupakan metode pelaksanaan yang utamanya menggantkan bekisting kayu sebagai pembentuk beton dengan melakukan pengecoran terlebih dahulu, untuk keterangan dan estimasi effisiensi yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode pelaksanaan half slab precast dapat dilihat postingan sebelumnya Klik Disini.

Proses desainnya cukup meninjau kekuatan pelat half slab dalam kondisi tertentu, yaitu:
1. Proses preliminaries design
2. Proses pengangkatan half slab.
3. Proses installasi atau pada saat proses pengecoran lantai.

Perlu diingat kembali bahwa penggunaan half slab harus pada kondisi pelat dengan sistem pelat satu arah (one way slab).

1. Preliminaries design
Proses preliminaries design ini untuk melakukan penentuan variabel awal dalam desain. variabelnya yaitu : Ketebalan half slab, mutu beton saat pengangkatan dari bed,mutu beton saat dilakukannya pengecoran dan mutu beton desain akhir, beban mati saat pengangkatan, beban mati dan hidup saat pengecoran.


2. Proses pengangkatan half slab
Proses ini diperhitungkan karena modul pelat half slab akan mengalami momen akibat beban sendiri yang berasal dari proses pengangkatannya. Pengambilan asumsi tumuannya didasarkan dari pengait yang direncanakan dan dalam kasus ini jumlah pengait yang digunakan yaitu 4 buah D10. Perencanaan yang dilakaukan saat proses pengangkatan yaitu
     - Perencanaan jumlah kebutuhan tulangan pengait
     - Pengecekan kembali kondisi tulangan mengikuti desain atau rencana penambahan tulangan
Asumsi desain sendiri ini mengambil pada arah terlemah pelat atau arah terpanjang (arah y) pelat dimana penulangan atau pembesian half slab harus direncanakan secara konservatif.
Asumsi momen di atas saat perencanaan pengait half slab menggunakan 1/2 Q . L^2 diasumsikan tulangan pengait tersebut untuk menahan terjadinya retakan pada sisi atas atau sisi tumpuan di titik pengangkatan. Sedangkan untuk asumsi penentuan 1/8 Qu. L^2 diasumsikan distribusi momen lapangannya seperti pelat satu arah yang dapat dilihat pada postingan pelat satu arah.

3. Proses pengecoran
Half slab precast yang telah diangkat dari lokasi fabrikasi menuju tempat installasi atau pemasangan dilapangan harus direncakan kembali dengan asumsi tumpuannya tergantung daripada lokasi penempatan perancah atau scaffolding yang ada dilapangan. Jarak bentang yang direncanakan berbeda dengan proses pengangkatan, dimana pada proses pengangkatan di atas jarak bentang rencana hanya 1,0083 meter.
Kondisi 1 dalam analisis di atas diasumsikan jarak bentangan dari tumpuan pelat yang menumpu pada sisi bekisting balok dan sisi yang menumpu pada perancah. Kondisi 2 sendiri adalah kondisi dimana jarak bentangan yang terjadi yaitu lebar perancah yang digunakan.

Ketika semua kondisi di atas sudah kita rencakan dengan baik, maka proses pelaksanaan akan dapat berjalan dengan baik dan penggunaan asumsi diatas hanya untuk mempermudah proses desain yang mana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dapat menggunakan program aplikasi struktur yang notabennya kita dapat membuat model desain secara 3 dimensi.

Selain dari proses desain yang harus direncakanan, proses pelaksanaan juga harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Jika, terjadi kesalahan pelaksanaan baik itu secara sengaja atau tidak sengaja dalam pelaksanaan terutama mengenai mutu beton akan berdampak pada mutu pelaksanaan yaitu sisi lapangan atau tengah bentang halfslab akan terjadi retak struktur. Hal ini dikarenakan kecilnya kekuatan struktur beton yang diakibatkan pengangkatan yang cepat dimana beton yang belum mengalami kekuatan sempurna sehingga akan menimbulkan retakan struktur.
Previous
Next Post »