Perkuatan struktur dengan Fiber Reinforced Plastic (FRP)

Kegagalan struktur dalam sebuah proses kontruksi memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Faktor penyebab terjadinya pun bisa dari berbagai macam, seperti terjadinya miss komunikasi antara owner dengan konsultan perencana, kesalahan pelaksanaan atau kesalahan dalam desain struktural. Jika terjadi kegagalan struktur pun tidak harus struktur tersebut untuk dibongkar dan dibangun kembali, melainkan dapat dilakukan proses perbaikan pada elemen struktur.

Perbaikan pada struktur dapat dilakukan dengan berbagai macam tindakan, seperti perkuatan dengan pembesaran dimensi (concrete jacketing), penambahan baja pada elemen struktur tersebut atau dengan penambahan Fiber reinforced plastic (FRP). Material komposit yang terbuat dari bahan fiber dan polymetric resin ini merupakan bahan material yang terbentuk dengan komposit laminasi yang daat diaplikasikan pada permukaan selimut pada beton sebagai perkuatan struktur. Metode perkuatan dengan FRP ini sangat fleksibel dan dapat digunakan untuk berbagai bentuk struktur yang akan diperkuat, baik itu untuk perkuatan lentur, geser ataupun confinement pada kolom.

Namun, FRP memiliki persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat menghasilkan perkuatan yang maksimal. 
  1. Perkuatan dengan FRP memiliki batas maksimum temperatur pada suhu 60-82 derajat celcius. 
  2. Permukaan beton yang ridak keropos, tidak terjadinya korosi pada tulangan dan tidak terjadi kerusakan pada permukaan beton.
Jika telah terjadi kerusakan pada permukaan beton yang diakibatkan korosi atau keretakan struktural. Maka, hal pertama yanga dilakukan yaitu dengan memperbaiki permukaan beton tersebut. Adapun beberapa macam karakteristik fiber, yatu:
Karakteristik fiber

Previous
Next Post »