Perencanaan Struktur Beton (Pelat Lantai Kantilever) - Part. 6



Struktur dikatakan bersifat kantilever jika struktur tersebut memiliki satu tumpuan atau bersifat seperti pada gambar di samping. Struktur kantilever yang hanya menggunakan satu tumpuan sering digunakan untuk dapat memaksimalkan tapak pada lantai di atasnya tanpa mengurangi tapak yang berada di bawahnya jika dibandingkan dengan struktur biasanya yang menggunakan dua tumpuan/kolom. Namun, perlu diketahui pada struktur kantilever memiliki defleksi yang lebih besar. Sehingga, jika semakin besar defleksi yang terjadi maka semakin besar pula perkuatan struktru yang harus digunakan untuk mendukung struktur kantilever tersebut.


Postingan ini bertujuan untuk memudahkan para pembaca untuk dapat mendesain struktur pelat kantilever. Umumnya proses desain struktur pelat kantilever hampir sama dengan proses desain struktur pelat dua arah sesuai dengan postingan saya yang lalu (Link).
  1. Perhitungan beban rencana pada struktur pelat kantilever
  2. Penghitungan momen terjadi pada struktur pelat kantilever
  3. Penghitungan kebutuhan tulangan/besi beton pada struktur pelat kantilever
Tiga tahapan di atas merupakan tahapan dalam proses desain struktur pelat kantilever. Penghitungan beban rencana. Untuk contoh kasus saya ambilkan pada gambat di samping. Pada kasus disamping terdapat pelat kantilever dengan panjang bentang 2 (dua) meter dan tebal 15 cm dengan fungsi struktur yaitu sebagai hunian tempat tinggal.







Penghitungan beban mati (qd)
Beban mati pelat = 0,15 (tebal pelat) x 2400 (berat jenis beton bertulang) = 360 kg/m
Beban mati spesi (adukan keramik) = 0,04 (tebal spesi) x 2200 (berat jenis spesi) = 88 kg/m
Beban mati keramik = 0,01 (tebal keramik) x 1800 (berat jenis keramik) = 18
Beban mati plafond dan MEP (mekanikal elektrikal plumbing) = 18 (beban plafond) + 25 (asumsi beban MEP) = 43

dari penghitungan di atas diperoleh beban mati total yaitu : 509 kg/m

Penghitungan beban hidup (ql)
Beban hidup dihitung berdasarkan fungsi ruangannya, untuk kasus ini beban hidup yang direncakan yaitu 250 kg/m, untuk beberapa fungsi ruangan lainya beban hidupnya dapat dilihat pada postingan Perencanaan beban hidup pada bangunan gedung.

Penghitungan beban ultimate (qu)
Beban ultimate dimaksudkan sebagai safety factor dalam perencanaan beban dengan beberapa kombinasi yang dapat dilihat pada postingan Data Pembebanan Beban Hidup dan Kombinasi Pembebanan Pada Lantai Gedung.

Penghitungan momen terjadi.
Momen yang terjadi akibat beban rencana dapat dikalkulasikan dengan persamaan Mu = 1/2 x qu (beban ultimate) x L^2(panjang bentang) yang diperoleh 20,216 kNm.

Penghitungan tulangan/besi beton pada pelat kantilever
Dari data momen terjadi yang telah dikalkulasikan seperti pada data di atas, maka pada penulangan kantilever diperoleh tulangan perlu untuk sisi tumpuan arah x yaitu D13-100 dengan gambar detail penulangan seperti pada gambar dibawah dan data proses penghitungan dapat dilihat pada postingan Contoh Perencanaan Pelat Satu Arah (Lanjutan Perencanaan Struktur Beton Part 2) - Part. 3


Previous
Next Post »