Teknologi Konstruksi : Half Slab Precast

Half slab precast adalah salah satu metode pelaksanaan konstruksi yang dapat mempercepat proses pelaksanaan. Half slab precast sering dilaksanakan oleh para kontraktor untuk dapat mempercepat pelaksanaan dan melakukan efisiensi. Banyak jurnal yang telah diterbitkan universitas yang memahas mengenai half slab precast memiliki keunggulan dalam mempercepat proses pelaksanaan dan lebih efisien jika dibandingkan dengan metode konvensional.

Half slab precast utamanya yaitu melakukan fabrikasi pelat lantai di luar area pekerjaan. Umumnya half slab yaitu membagi pelat lantai menjadi dua layer dimana pada layer pertama difabrikasi terlebih dahulu di luar area pekerjaan yang kemudian diangkut menggunakan mobile/static crane untuk dipasang/ melakukan installasi pada area pekerjaan dan kemudian dilakukan pengecoran untuk layer kedua setelah telah terlaksananya pekerjaan pemasangan tulangan.

Half slab precast dapat digunakan pada pelat dengan tipe pelat satu arah. Half slab precast dapat dilaksanakan pada pelat dua arah dengan beberapa kondisi dimana penyaluran gaya pada tulangan tidak terputus yang mana half slab precast pada tulangan arah y sisi bawah terputus akibat proses precast yang harus dilakukan pada beberapa tahap dengan cara membagi-bagi menjadi beberapa panel.

Keuntungan dalam penggunaan half slab precast daripada pelat konvensional yaitu:
1. Menghemat penggunaan alat perancah
2. Mengurangi jumlah pekerja bekisting, dimana proses pemasangan perancah menjadi lebih simpel dan proses pemasangan precast yang hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja.
3. Mempercepat proses pelaksanaan
4. Menghemat penggunaan plywod dalam proses pelaksanaan pekerjaan bekisting.
5. Mempercepat pelaksanaan dimana tidak adanya proses pembongkaran bekisting plywood pada pelat dan sedikitnya penggunaan perancah.
6. Hasil pekerjaan yang lebih bagus dari segi kualitas.

Namun, ada juga beberapa kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan half slab precast:
1. Lebih boros dalam penggunaan besi tulangan, dimana dalam proses penyaluran tulangan pada precast half slab terdapat penambahan panjang tulangan untuk penyaluran gaya.
2. Membutuhkan pengawasan yang lebih daripada konvensional.
3, Membutuhkan perencanaan yang matang terhadap desain dimana dalam sistem precast dibutuhkan toleransi yang sedikit dalam kesalahan pekerjaan.
4. Hanya dapat dilakukan pada pelat dengan tipe pelat satu arah (dapat dilakukan pada pelat dua arah, namun dengan adanya perubahan pada sistem pelat yang awalnya dua arah menjadi satu arah atau dengan melakukan perubahan pada desain pelat precast).

Berdasarkan tulisan jurnal dari Wulfram I. Ervianto dalam tulisannya "Komparasi Penerapan Pelat Pracetak Vs Pelat Konvensional Pada Bangunan Gedung Bertingkat". menjelaskan bahwa penggunaan half slab precast dapat menghemat 24,49% daripada pelaksanaan pekerjaan pelat dengan cara konvensional. Rosyd Ambar Muhadi pun pernah melaksanakan penelitian dengan pembanding pada satu proyek, dimana dalam hasil penelitiannya bahwa dengan menggunakan half slab precast dapat melakukan efisiensi sebesar 22,07% jika dibandingkan dengan menggunakan pelat konvensional dan percepatan waktu sebesar 9,19%.

Melihat dari dua penelitian di atas dapat diambil perumusan jika dengan menggunakan half slab precast dapat dilakukan efisiensi dan meningkatkan efektivitas pekerjaan pelat. Namun, hal tersebut harus didukung dengan proses pengawasan dan proses desain yang sudah matang. Kurang pahamnya para pengawas dan kurang benarnya proses desain dalam mendesain panel-panel precast bisa menjadikan kesalahan fatal dalam pelaksanaan, hal tersebut kemudian dapat mengakibatkan kerugian.
Previous
Next Post »