Design Diagram Interaksi Kolom dengan SP Column (Part. 3)

Sebelum masuk ke dalam pembacaan diagram interaksi kolom, lebih baiknya coba lihat pada postingan sebelum ini yang masih membahas mengenai desain diagram interaksi kolom dengan SP Column Part1 | Part2.

Spcolumn terbaru yaitu versi 4.50 sudah diharuskan untuk melakukan penginputan terhadap beban axial dan momen yang dialami pada kolom tersebut. Penginputan data axial dan momen dapat kita ambil dari hasil penghitungan oleh SAP2000/ETABS atau dari penghitungan manual. Postingan ini akan membahas dari hasil penghitungan yang dikeluarkan oleh ETABS/SAP2000.

Dari data output yang dikeluarkan oleh SAP2000/ETABS kita akanmengambil 6 buah data, yaitu:
1. Data output yang memiliki nilai axial maksimum
2. Data output yang memiliki nilai axial minimum
3. Data output yang memiliki nilai momen M2 maksimum (dalam spcolumn diinput pada My)
4. Data output yang memiliki nilai momen M2 minimum (dalam spcolum diinput pada My)
5, Data output yang memiliki nilai momen M3 maksimum (dalam spcolum diinput pada Mx)
6, Data output yang memiliki nilai momen M3 minimum (dalam spcolum diinput pada Mx) 


Jadi, di dalam penginputan data ETABS/SAP2000 mengenai data axial dan momen ke dalam spcolumn, jangan menginput pada saat kondisi maksimum (Axial maks, momen2 maks, momen3 maks) hal ini dikarenakan dalam kondisi kombinasi beban tertentu yang dapat menghasilkan data axial maksimum tidak akan menghasilkan data M2 atau M3 maksimum, sehingga kita harus melihat dalam satu kombinasi pembebanan yang menghasilkan nilai axial, momen 2 dan momen 3 apakah masih masuk kedalam diagram interaksi kolom yang telah kita desain.

dari 6 data di samping untuk factored loads nomor 1 yaitu data output yang terjadi pada kombinasi 1,2DL+1,6LL dan nomor 2, 3, 4, 5, 6 terjadi dalam beberapa kombinasi.
Previous
Next Post »