Menghitung Kebutuhan Semen, Pasir dan Kerikil untuk Pekerjaan Beton

Source : njcontractor
Menghitung kebutuhan semen, pasir dan kerikil dapat direncanakan semenjak awal untuk dapat mengetahui anggaran pelaksanaan rumah atau gedung bertingkat. Kebutuhan akan 3 hal tersebut dalam pekerjaan struktur juga tergantung daripada kuat tekan dari beton rencana. Dalam dunia teknik sipil pun untuk menghitung kebutuhan semen, pasir dan kerikil untuk suatu pekerjaan struktur harus melewati proses mix design atau desain kuat rencana mutu beton. Prosesnya sangat mendetail yang mana membutuhkan data-data klasifikasi pasir dan kerikil yang harus melewati proses laboratorium.

Hal tersebut untuk dapat dilaksanakan oleh masyarakat yang ingin membuat perencanaan kebutuhan semen dan pasir sangatlah susah. Proses mengetahui klasifikasi material yang harus melewati proses laboratorium akan terdengar mustahil bagi masyarakat. Padahal, dalam perencanaan anggaran pelaksanaan pembangunan ataupun renovasi rumah harus membutuhkan perkiraan biaya yang terperinci.

Bisa saja seseorang mengambil sebuah asumsi dalam perencanaan anggaran rumah sesuai dengan pengalamannya. Namun, tetap saja akan ada margin atau selisih rencana dengan realisasi anggarannya. Tapi kini sudah ada aturan atau standar yang diterbitkan oleh badan pemerintahan Indonesia dalam hal perencanaan anggaran rumah ataupun gedung bertingkat.

Postingan ini sendiri pun hanya akan membahas mengenai pekerjaan struktur beton yang sumbernya menggunakan SNI 7394:2008.

Tapi sebelum dapat mengetahui jumlah semen, pasir dan kerikil, kita harus mengetahui volume beton yang akan digunakan pada struktur tersebut. Setelah volume beton diketahui yang kemudian kita akan mengetahui jumlah semen, pasir dan kerikil pada struktur beton tersebut. SNI 7394:2008 sendiri mengklasifikasikan beton dari K175, K200, K225, K250, K275, K300,K325 dan K350. Satuan K sendiri jika dikonversi menuju MPa dapat dikalikan dengan 0,083. Namun, sesuai dengan SNI 03-2847-2013 pada pasal 5.1.1 yaitu klasifikasi beton untuk struktur tidak boleh kurang dari 17 MPa, sehingga data yang akan dibahas pada postingan ini yaitu diatas 17 MPa atau saya akan membahas mulai dari K225.

1. K 225 - f'c 19,3 MPa dengan w/c 0,58

                Kebutuhan Satuan Indeks
Tenaga Semen kg 371
Pasir kg 698
Kerikil (Maks dia. 3cm) kg 1047
Air liter 215
Tenaga Pekerja OH 1.65
Tukang batu OH 0.275
Kepala Tukang OH 0.028
mandor OH 0.083
Dari data di atas jika satu zak 50 kg maka kebutuhan semen yaitu sekitar 8 zak, pasir 0,5 m3, kerikil 0,7 m3 untuk kebutuhan 1 m3 beton. Jika dalam penghitungan rencana beton 500 m3 maka kebutuhan semen menjadi 4000 zak, pasir 250 m3 dan kerikil 350 m3 dan air 107.500 liter.

2. K300 - w/c = 0,52

Kebutuhan Sat. Indeks
Tenaga Semen kg 413
Pasir kg 681
Kerikil (Maks. dia. 3cm) kg 1021
Air liter 215
Tenaga Pekerja OH 1.65
Tukang batu OH 0.275
Kepala Tukang OH 0.028
mandor OH 0.083

Dari data di atas jika satu zak 50 kg maka kebutuhan semen yaitu sekitar 9 zak, pasir 0,5 m3, kerikil 0,7 m3 untuk kebutuhan 1 m3 beton. Jika dalam penghitungan rencana beton 500 m3 maka kebutuhan semen menjadi 4500 zak, pasir 250 m3 dan kerikil 350 m3 dan air 107.500 liter.

Hasilnya memang hanya berubah pada kebutuhan semenya, tapi dengan perencanaan seperti ini kita juga harus melihat kemampuan tenaga dalam proses pengadukan campuran beton, karena semakin tinggi mutu beton rencana maka akan semakin sulit workability atau kemudahan dalam proses pencampurannya dalam kata lain jika pencampuran bahan beton dilakukan oleh tenaga manual, maka tenaga kerja tersebut akan mengalami kesulitan dalam hal proses pencampirannya yang mana beton semakin tinggi mutunya akan membuat adukan beton menjadi semakin berat.
Previous
Next Post »