One Day One Trip - Banyuwangi Kawah Ijen - Gunung Ijen.

Awalnya perjalanan ini hanya disarankan oleh teman kampus yang memberikan saran berlibur menuju ke kawah ijen yang berada di banyuwangi. Setelah ditelusuri ternyata kawah ijen memiliki keunikan tersendiri yaitu memiliki area tempat terdapatnya api biru/blue fire. Semakin penasaran akhirnya sampai lah tempat tujuan tersebut tanggal 12 Maret 2015 pukul 20.00 WIB.

Sebelum sampai di banyuwangi, perjalanan saya tempuh dari kota Yogyakarta. Bermodalkan tiket kereta Rp. 55.000,- saya naik kereta ekonomi Sri Tanjung Yogyakarta tujuan Banyuwangi dengan rute : Lempuyangan - Klaten - Purwosari - Sragen - Madiun - Caruban - Nganjuk - Kertosono - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Pasuruan - Probolinggo - Tanggul - Jember - Banyuwangi dengan total perjalanan mulai dari pukul 07.20 WIB - 20.00 WIB, Sebelum berangkat menuju banyuwangi sebaiknya mempersiapkan beberapa berikut (Jaket waterproof, Sweater, Syal, Topi kupluk, sarung tangan, celana panjang, Masker dobel dan terutama kamera!). 

Tujuan di banyuwangi yaitu stasiun karang asem yang berada sebelum stasiun utama banyuwangi baru atau ketapang dan setelah stasiun rogojampi. Konsep awal yang memang ingin backpacker sehingga untuk penginapan hanya sebagai tempat singgah, karena untuk pendakiannya sendiri bisa dimulai pukul 02.00 WIB. Rumah singgah yang saya tempati beserta dengan istri berada sangat dekat dengan stasiun. Ketika keluar melalui pintu keluar stasiun kita dapat melihat sebelah kiri yang tepat sebelah persis dengan pintu masuk kendaraan bermotor. Di lokasi tersebut awalnya sebagai tempat penitipan motor untuk bermalam, namun oleh pemiliknya digunakan sebagai rumah singgah untuk rekan-rekan backpacker untuk menginap. Tidak perlu takut untuk berangkat sendirian, karena sesampainya dirumah singgah, kita bertemu dengan rekan-rekan backpacker lainnya yang memiliki tujuan destinasi menuju ke kawah ijen.

Perjalanan mulai dari rumah singgah dapat ditempuh menggunakan dua alternatif. Pertama, kita dapat menempuh menggunakan motor sewaan yang disediakan oleh rumah singgah dengan biaya Rp. 100.000,- selama 24 Jam atau dengan menggunakan Jeep dengan kapasitas 7 orang pada harga Rp. 500.000,-. Perjalanan dari rumah singgah menuju lokasi pintu gerbang utama terletak di paltuding  ditempuh dari pukul 01.00 WIB dinihari s.d 02.00 WIB dengan pintu gerbang utamanya seperti di bawah:

(Lokasi Pintu Gerbang Utama Menuju Kawah Ijen Pukul 02.00 WIB)


Tiket masuk sendiri sangatlah terjangkau, untuk harga tiket satu motor dua orang dikenakan tarif Rp. 15.000,-. Saat mulai mendaki kita dipandu oleh pemandu dari warga lokal yang sudah terbiasa dengan pendakian. Jarak pendakian dari pos Paltuding ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 km menuju titik atas kawah. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak dengan sebagian besar jalur pendakian memiliki kemiringan 25-35 derajad. Selain menanjak struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Jadi untuk kondisi orang normal dengan kondisi badan sehat, sering olahraga dan tidak merokok mungkin dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam atau untuk orang yang sudah terbiasa mendaki dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 1,5 jam. Namun, kondisi saya yang sudah tidak optimal dan tidak ada persiapan yang kemudian perjalanan saya tempuh dalam waktu 2 jam dengan berhenti selama 2 kali yang setiap berhenti tidak lebih dari 5 menit. Setelah samapi pada titik atas kawah, untuk melihat blue fire, kita harus turun menuju kawah seitar 900 meter dengan rute perjalanan yang terdiri dari batu-batuan terjal seperti gambar dibawah.

(Gambar di atas yaitu kondisi jalan menuju kawah yang bisa dibilang paling bagus)

.Tapi hal tersebut terbayar lunas saat ketemu dengan blue fire (walaupun saya hanya sampai 50% perjalan menuruni kawah) yang hanya tertangkap sedikit.

(Blue Fire Gambar 1)

(Blue Fire Gambar 2)

 Setelah blue fire tertangkap, giliran naik kembali ketitik atas kawah untuk mengambil beberapa gambar keindahan alam di sana. :)




Puas dengan hasil jepretean, saya langsung menuju ke rumah singgah untuk packing dan langsung menuju kek destinasi berikutnya yaitu Malang. Tapi, di malang tidak melakukan perjalanan wisata. Namun, hanya perjalanan mengunjungi saudara. Saran terpenting untuk para pengunjung menuju wisata kawah ijen:
1. Perjalanan keluar dari banyuwangi lebih baik menggunakan moda transportasi kereta api atau pesawat.
2. Jika ingin menggunakan moda transportasi bus, lebih baik masuk ke dalam kantor polisi terlebih dahulu untuk menanyakan bus yang akan kita tumpangi menuju kota berikutnya. Karena di banyuwangi setelah saya lalui ternyata banyak calo tiket bus. 



Previous
Next Post »