Desain Gempa Seismik Gedung Berdasarkan SNI 03-1726-2012

Postingan sengaja ditujukan untuk pengingat saya sendiri yang sudah mulai menunjukkan keuzuran terhadap daya ingat dan sebagai bekal untuk teman-teman yang masih berada dalam proses penjajakan kuliah di jurusan teknik sipil terutama pada teman-teman yang memilih konsentrasi desain struktur yang banyak orang menghindar dari program konsentrasinya. Tanya Kenapa?

Mungkin banyak orang-orang lulusan teknik sipil berpikiran bahwa di desain struktur berhadapan dengan banyak rumusan-rumusan? ya memang sih. Tapi karena dengan proses pemahaman yang memang panjang dan harus sesuai dengan kaidahnya yang justru membantu saat masuk dalam lingkungan pekerjaan di bidang teknik sipil. Kenapa gitu? teman saya gak gitu. Umumnya lulusan teknik sipil masuk ke dalam dunia kontraktor atau konsultan struktur, kalau masuk ke ranah bank dan pns, ya mungkin tidak dipakai. Kontraktor terutama, dalam proses pelaksanaan pasti akan mengalami proses seorang engineer harus bisa melakukan desain terhadap temporar
y structure (pondasi TC, desain jembatan sementara, desain bekisting atau desain platform dkk).

Kembali lagi ke proses desain seismik gedung. SNI 03-1726-2012 mengalami perubahan dalam perencanaan beban seismik atau bahasa umumnya beban gempa. Awalnya desain beban gempa menurut SNI 03-1726-2002 hanya menetapkan desain gempa berdasarkan tipe gempa pada setiap daerah yang digolongkan menjadi 4. Desain gempa 1,2,3,4 dan sudah langsung disediakan grafik respon spektrum, berbeda untuk SNI 03-1726-2012 yang sudah memberikan arahan terhadap proses desain gemp yang seorang perencana harus membuat grafik respon spektrumnya sendiri berdasarkan beberapa asumsi-asumsi yang harus disesuaiakan.

Sebenarnya mau postingan ini mau memberikan langsung tentang SNI 03-1726-2012 langsung. Namun, berkaitan dengan disclaimer dari Sisni yang mengatur dalam proses peredaran SNI yang hanya boleh disebarkan langsung melalui http://sisni.bsn.go.id/ . Postingan ini akan saya bagikan proses desain seismik/gempa yang dijelaskan oleh bapak Prof.Dr.Ir. Bambang Budiono, M.E yang merupakan ketua tim struktur SNI 03-1726-201x yang di publikasikan pada Seminar HAKI 2011. Nah, ini saya dapatkan pada waktu proses skripsi saya.


Penjelasan dari beliau cukup mudah dipahami dan sangat jelas, yang pada akhirnya dalam proses desain seismik/gempa pada SNI 03-1726-2012 kita harus menghitung parameter percepatan desain (Sds dan Sd1). Dari kedua variabel di atas, kita baru dapat menentukan  kategori desain seismik/gempa yang akan kita rencanakan pada gedung tersebut yang mana gedung tersebut harus menggunakan sistem struktur penahan gempa. Kategori desain seismik didasarkan pada parameter respon percepatan pada periode pendek (Sds) yaitu:
Dan kategori desain seismik yang didasarkan pada parameter respon perceatan pada periode 1 detik (Sd1).
Dari dua kategori tersebut, diambil nilai kategori resiko terbesar, yaitu nilai D yang paling terbesar.Setelah diketahui nilai kategori resiko atau kategori desain seismik/gempa. Maka kita akan dapat mengetahui sistem apa yang paling tepat dalam desain gedung tersebut. Pada SNI 03-1726-2012 tabel-9 yang menatur batasan tinggi struktur gedung yang diijinkan untuk setiap kategori desain seismik/gempa. Atau Download disini


Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi. :)
Previous
Next Post »