Daftar Perusahaan Kontraktor Indonesia (terdaftar BEI) Tahun 2013

Iseng ngabisin waktu coba-coba buat list kontraktor di Indonesia yang terdaftar di BEI atau perusahaan kontraktor yang sudah menjual sahamnya di publik. Seperti yang masyarakat ketahui, perusahan kontraktor merupakan salah satu tujuan para calon pegawai atau mahasiswa dari lulusan teknik dan ekonomi yang dicari. Perusahaan kontraktor yang umumnya bisa memberikan salary yang cukup menjanjikan daripada perusahaan lainnya yang bergerak di sektor industri manufaktur memang cukup menjanjikan, apalagi perusahaan kontraktor yang sudah memasukkan perusahaannya ke dalam pasar modal yang notabennya merupakan perusahaan kontraktor yang professional dan memiliki aset yang cukup besar. Berikut daftar atau list perusahaan kontraktor yang sudah mendaftarkan perusahaannya untuk masuk dalam daftar bursa efek atau pasar modal. Daftarnya ini juga sudah menjelaskan mengenai jumlah aset, hutang dan penjualan yang dikeluarkan perusahaan tersebut dalam laporan keuangannya pada tahun 2013.

Selain itu juga ada beberapa analisis dasar mengenai rasio keuangan untuk setiap perusahaan dan coba saya urutkan keseluruhannya. Untuk list mengenai perusahaan bisa dilihat pada gambar di bawah (untuk memperbesar silahkan klik pada gambar.)


Kalau dari data di atas untuk perusahaan dengan nilai aset terbesar dimiliki oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk yang diikuti oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Urutannya seperti di bawah (yang teratas yang terbesar):


1. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
2. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
3. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.
4. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
5. PT. Surya Semesta Internusa Tbk.
6. PT. Total Bangun Persada Tbk.
7. PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
8. PT. Nusa Raya Cipta Tbk.
9. PT. Acset Indonusa Tbk.

Perusahaan BUMN cukup dominan dan memberikan jarak yang cukup jauh dengan perusahaan kontraktor swasta dalam aset, tetapi dalam besarannya hutang ternyata perusahaan BUMN juga memegang kendali yang cukup besar. Urutannya seperti di bawah (yang teratas yang terbesar):

1. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. 
2. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
3. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.
4. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
5. PT. Surya Semesta Internusa Tbk.
6. PT. Total Bangun Persada Tbk.
7. PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
8. PT. Nusa Raya Cipta Tbk.
9. PT. Acset Indonusa Tbk.

Hutang yang besar juga bukan berarti perusahaan tersebut dikategorikan buruk, tetapi perlu rasio financial leverage yang mana kita dapat mengetahui rasio penggunaan hutang dalam menjalankan atau membiayai aset yang dimilikinya. Tapi dengan rasio FL ternyata perusahaan BUMN memiliki nilai rasio yang kecil atau dengan artian kebutuhan perusahaan dalam menjalankan asetnya membutuhkan dana/pembiayaan dari pihak kedua (red:Bank). Urutannya sebagai berikut (yang teratas yang terkecil):

1. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.
2. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
3. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
4. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
5. PT. Total Bangun Persada Tbk.
6. PT. Acset Indonusa Tbk.
7. PT. Surya Semesta Internusa Tbk.
8. PT. Nusa Raya Cipta Tbk.
9. PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

Dari aspek likuiditas (wikipedia) juga tidak jauh berbeda. Perusahaan BUMN memiliki nilai likuiditas yang kecil bila dibandingkan dengan perusahaan kontraktor swasta lainnya. Urutannya sebagai berikut (yang teratas yang terkecil):

1. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
2. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
3. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.
4. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
5. PT. Acset Indonusa Tbk.
6. PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
7. PT. Total Bangun Persada Tbk.
8. PT. Nusa Raya Cipta Tbk.
9. PT. Surya Semesta Internusa Tbk.

Aspek ROA (investopedia) yang pengertian umumnya yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan informasi tentang keefisien suatu manajemen dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Dihitung dengan membagi pendapatan tahunan perusahaan dengan total aset, Hasilnya pun Perusahaan kontraktor BUMN masih memiliki nilai ROA yang kecil. Urutannya sebagai berikut (yang teratas yang terkecil):

1. PT. Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.
2. PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
3. PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
4. PT. Adhi Karya (Persero) Tbk.
5. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.
6. PT. Acset Indonusa Tbk.
7. PT. Total Bangun Persada Tbk.
8. PT. Nusa Raya Cipta Tbk.
9. PT. Surya Semesta Internusa Tbk.

Data ini dibuat berdasarkan dari hasil laporan keuangan tahun 2013 yang dipublish oleh BEI, jadi untuk tahun 2014 belum tentu kondisinya masih sama seperti di atas (karena Laporan keuangan audited tahun 2014 belum keluar :D).

Jadi bagaimana hasilnya? yang mana kontraktor yang terbaik? itu tergantung asumsi pembaca mau melihat dari aspek apa yang menjadi utama dalam penentuan the best contractor. Karena dari satu indikator itu bisa memiliki pengertian yang luas dan itu tergantung dari pembacanya. 

Penjelasan di atas hanya pada perusahaan yang terdaftar di BEI, untuk dapat melihat daftar kontraktor pelat merah (read: BUMN) dapat dilihat pada postingan berikut <Check here>

Semoga membantu dalam perluasan wawasan.
Previous
Next Post »