Tips Memilih Apartemen

Apartemen saat ini semakin marak di kota-kota besar. Tidak sedikit para developer-developer besar kini mendirikan apartemen yang notabennya untuk dikota besar tanah sudah mulai susah dan mahal. Apartemen sendiri mulai dari tahun 2010 sudah menunjukkan eksistensinya. Dimulai dari developer-developer besar yang memulai dahulu bisnis di bidang properti ini yang kemudian diikuti oleh developer menengah.


Namun hati-hati, kini tidak sedikit developer-developer hanya mengincar keuntungan semata tanpa memperdulikan para pembeli. Kenapa saya berani mengatakan hal tersebut. Kita tahu, tanah dikota-kota besar tidak lah hal mudah untuk dibeli dalam kuota besar. Apalagi dengan pendiriam apartemen dibutuhkan uji amdal (aspek lingkungan baik itu polusi udara, traffic management/kemacetan, polusi air tanah, pengurangan tinggi air tanah, masyarakat dll) yang notabennya membutuhkan waktu kembali. Hal tersebut bertentangan denga prinsip berbisnis, dimana para pebisnis tidak ingin ada asetnya yang mengendap.


Tips utama dalam memilih apartemen yaitu untuk tipe sertifikat kalau di rumah kita tahu sertifikat hak milik (SHM). Apartemen juga memiliki sertifikay hak milik yang dinamakan sertifikat hak milik satuan unit atau istilaj lainnya sertifikat strata title. Tapi dalam kamus perpustakaan hukum indonesia sendiri belum menjelaskan istilah strata title. Strata title digunakan di negara-negara seperti singapura atau australia yang intinya menjelaskan kepemilikan beraama secara horizontal dan kepemilikan secara vertikal. Walaupun dalam istilah orang umum itu kebanyakan mengetahui istilah tentang apartemen, rumah susun, condominium, flat dll akan tetapi dalam bahasa hukumnya dikenal dengan sebutan rumah susun.

Kemudian muncul pertanyaan, untuk tanahnya nanti sistem kepemilikannya seperti apa? Sepehaman saya ketika sudah ada HSRS, tanah dimiliki bersama sesuai dengan jumlah HRSR yang tinggal dalam rumah susun tersebut. Ingat, saat kita membeli rumah susun biaya yang akan kita tanggung tidak hanya air dan listrik, akan ditambah dengan biaya maintenance dan biaya asuransi gedung.

Kondisi penduduk yang semakin bertambah memang mau tidak mau kondisi tanah dikota besar semakin jarang. Tapi bukan berarti kita tidak harus pandai-pandai dalam memilih aset. Karena makin hari semakin banyak orang pandai yang lebih memilih menggunakan ilmunya untuk menyesatkan sesamanya ketimbamg membantu sesama.
Previous
Next Post »