Tipe Ordinary Portland Cement (OPC) dalam dunia Konstruksi

Ordinary Portland Cement atau yang akan disebut semen portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain. Seperti yang sudah pernah kita ketahui, Semen portland terbagi lagi menjadi 5 jenis yang didasarkan pada tujuan penggunaannya. Lima tipe tersebut yaitu:
  1. Jenis I yaitu semen portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis-jenis lain.
  2. Jenis II yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau kalor hidrasi sedang.
  3. Jenis III semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.
  4. Jenis IV yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan kalor hidrasi rendah.
  5. Jenis V yaitu semen portland yang dalam penggunaanya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat.
Semen portland tipe satu yang umumnya banyak dipasarkan. Komponen senyawa kimia yang minimum harus dimiliki oleh 5 jenis semen portland yang dituangkan dalam SNI 15-2049-2004 dijelaskan oleh tabel di bawah.


Tabel di atas merupakan syarat komponen senyawa kimia minimum yang harus dimiliki oleh semen portland. Kandungan utama semen portland terbagi menjadi empat, yaitu:
ClinkerCCNMass %
Tricalcium silicate (CaO)3 · SiO2C3S45–75%
Dicalcium silicate (CaO)2 · SiO2C2S 7–32%
Tricalcium aluminate (CaO)3 · Al2O3C3A 0–13%
Tetracalcium aluminoferrite (CaO)4 · Al2O3 · Fe2O3C4AF 0–18%
source : Wikipedia

ASTM sendiri mendefinisikan 5 jenis tipe semen portland sama seperti di atas, dengan kandungan :
1. Tipe 1 - 55 % ( C3S ) , 19 % ( C2S ) , 10 % ( C3A ) , 7 % ( C4AF ) , 2,8 % MgO , 2,9 % ( SO3 ), 1,0 % loss pengapian dan 1 % terbebas dari kandungan CaO . Pembatasan atas komposisi adalah bahwa ( C3A ) tidak melebihi lima belas persen.
2. Tipe 2 - 51 % ( C3S ) , 24 % ( C2S ) , 6 % ( C3A ) , 11 % ( C4AF ) , 2,9 % MgO , 2,5 % ( SO3 ) , 0,8 % loss pengapian dan 1 % terbebas dari kandungan CaO . Pembatasan atas komposisi adalah bahwa ( C3A ) tidak melebihi delapan persen.
3. Tipe 3 - 57 % ( C3S ) , 19 % ( C2S ) , 10 % ( C3A ) , 7 % ( C4AF ) , 3,0% MgO , 3,1 % ( SO3 ) , 0,9 % loss pengapian , dan 1,3 % terbebas CaO .
4. Tipe 4 - 28 % ( C3S ) , 49 % ( C2S ) , 4 % ( C3A ) , 12 % ( C4AF ) , 1,8 % MgO , 1,9 % ( SO3 ) , 0,9 % loss pengapian , dan 0,8 % terbebas CaO .Persentase ( C2S ) dan ( C4AF ) relatif tinggi dan ( C3S ) dan ( C3A ) yang relatif rendah
5. Tipe 5 - 38 % ( C3S ) , 43 % ( C2S ) , 4 % ( C3A ) , 9 % ( C4AF ) , 1,9 % MgO , 1,8 % ( SO3 ) , 0,9 % loss pengapian , dan 0,8 % terbebas CaO. Semen ini memiliki komposisi C3A sangat rendah yang kemudian menghasilkan semen dengan ketahanan sulfat yang tinggi . Maksimum kandungan C3A yang diizinkan adalah lima persen. Batas minimum lainnya adalah kandungan C4AF + 2 C3A tidak diizinkan melebihi dua puluh persen . 
source : Wikipedia
Previous
Next Post »