Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Rumah

Seperti yang kita tahu, rumah merupakan suatu materi yang bisa dibilang memiliki prospek yang sangat bagus dalam bisnis, karena kebutuhan seseorang sangat tinggi dalam hal tersebut. Setiap orang pasti memiliki keinginan yang kuat untuk membeli rumah yang ideal dan cocok.


Nah, tapi hati-hati dalam membeli rumah. Alangkah lebih baiknya kita memikirikan hal tersebut dengan hati-hati dan serius dalam membeli rumah, untuk orang yang kalangan elit keatas yang bisa membeli rumah hanya dengan istilah "tinggal transfer" pasti akan melihat rumah tersebut dari prestis lokasi dan bentuk fisik saja.



Tapi bagaimana dengan kalangan seperti saya yang pas-pasan? harus diseleksi dan dipikirkan matang-matang terlebih dahulu dong! Berikut hal-hal yang sebaiknya hars menjadi faktor-faktor dalam membeli rumah.




1. Status kepemilikan tanah.

Sudah banyak developer atau orang-orang yang menjual rumahnya sendiri itu status kepemilikan tanahnya sudah Bersertifikat Hak Milik (SHM). Namun, hati-hati saat bertransaksi! karena tidak sedikit, mereka hanya menginfokan "tanah tersebut telah tersertifikasi". Padahal sertifikasi tanah pada beberapa daerah itu ada beberapa macam (contoh: HM, HGB,HGU,Hak Pakai). Terkadang juga saya melihat di situs online jual beli masih berstatuskan PPAJB atau AJB. Setahu saya AJB itu hanya status pembelian tanah tersebut kepada si pemilik tanah, dan status tanah tersebut masih dipegang si pemilik awal. Jadi saran saya untuk membeli rumah, lebih baik untuk membeli rumah dengan status tanah minimal HGB dan disaksikan oleh pihak notaris. Memang dalam hal biaya akan bertambah lagi untuk biaya notaris. Tapi lewat notarisnyalah kita punya pegangan hukum terhadap status tanah yang akan kita beli.


2. Lokasi Rumah.

Lokasi rumah cukup penting juga, lokasi tersebut kalau bisa berada di lokasi yang strategis: dekat dengan pasar(super market), dekat dengan moda transportasi umum, dekat dengan tempat ibadah, dekat dengan tempat kerja kalau bisa. Tapi itu semua tergantung dari kebutuhan calon pembeli dengan mempertimbangkan dana yang dimilikinya.


3. Lingkungan Sekeliling Rumah.

Lingkungan rumah yang ideal itu harus ada interaksi yang kuat antar pemilik rumah satu dengan lainnya (red:tetangga).Karena kita tidak bisa hidup sendirian dan membutuhkan pertolongan dari pihak luar secara langsung baik itu secara kekeluargaan atau secara keamanan. Selain itu lingkungan rumah yang asri juga dibutuhkan untuk anak, karena lokasi asri tersebut biasanya akan menjadi tempat bermain untuk anak-anak. 


4. Jalan keluar rumah menuju jalan utama.

Akses utama menuju rumah dari jalan utama juga perlu diperhatikan. Karena rumah tersebut tidak mungkin kita pakai hanya 5 tahun semata. Pasti akan kita pakai sampai anak sudah dewasa, dan yang pasti kendaraan tidak mungkin kita hanya bermimpi menggunakan motor saja. Coba nanti kalau semisal kita dikasih rejeki untuk dapat memperluas kendaraan kita menjadi mobil. Padahal space yang harus dimiliki jalan untuk dapat dilewati 2 mobil dan satu motor yaitu 5-6 meter. Kalau akses ke jalan utama sempit bagaimana kita bisa masuk ke jalan utama? Tanya diri masing-masing.


5. Desain rumah yang ideal.

Kalau bisa desain awal sudah kita pegang dan siap untuk kita pikirkan kedepan mengenai ekspansi atau penambahan luasan bangunan kita kedepannya. Tapi hal ini akan berbeda kalau kita memang sudah membeli rumah dengan Luas bangunan yang sudah 200 m2 dengan rencana orang yang akan tinggal dirumah tersebut hamya 4 orang tidak usah memikirkan hal tersebut (red: kebutuhan sudah terpenuhi terhadap kondisi rumah)


Semua itu alangkah lebih baiknya dijadikan sebagai faktor-faktor dalam membeli rumah, karena kita tidak tahu rumah yang akan kita beli tersebut akan kita gunakan sampai kapan. 
Previous
Next Post »