Design Diagram Interaksi Kolom dengan SP Column (Part. 1)

Diagram interaksi vertikal digunakan untuk mengetahui ketahanan struktur vertikal (kolom aaupun shearwall) terhadap bidang momen dan tekan. Dari diagram tersebut juga bisa kita analisis secara langsung apakah elemen vertikal tersebut masih kuat dalam menahan beban-beban yang ada. Namun kini kita sudah dibantu dengan adanya software pembantu yang sudah cukup banyak beredar.Software yang masih saya kenal baru dua (SP Column dan PCAColumn), namun dari segi user interface tidak berbeda.

Postingan kali ini lebih menjurus mengenai proses pembuatan Diagram interkasi vertikal menggunakan SPColumn.


1. Pertama kali SPcol dioperasikan akan menghasilkan user interface seperti dibawah:



Dari interface untuk standard default perhitungan berdasarkan dari unit starndard yang dimiliki USA (ksi dkk). untuk merubah mencadi SI yaitu : Input > General Information > SI. (gambar dibawah).


Dari jendela General Information tersebut kita dapat memasukkan nama project, tipe kolom dan engineer. Units Metric di atas menjelaskan tentang satuan unit yang akan kita gunakan, untuk penggunaan satuan kN-m kita bisa menggunakan tipe metric. Run Option menjelaskan mengenai tipe analisis yang akan kita laksanakan apakah berupa design atau kita akan melakukan investigasi (pengechekan kekuatan kolom/ dinding geser), run axis adalah cara kita melakukan desain grafik interaksi kolom berdasarkan arah X, Y atau keduanya (biaxial) dan slenderness tingkat kelangsingan kolom tersebut (Jika kita aktifkan maka software akan langsung menambahkan faktor kelangsingan dari kolom).

2. Material Properties.

Pada bagian input - properties item yang dapat kita isikan nilainya secara manual yaitu:
  Concrete ( Mutu Beton)
    1. Strenght (mutu beton dalam tipe f'c)
    2. Elasticity  - Ultimate Strain akan terisi automatis
  Reinforcing Steel
    1. Strength (Mutu baja f'y)
    2. Elasitistas = 200000 MPa (SNI)



Previous
Next Post »