Coba Lihat Sekeling Kita (Part. 3) - Siapakah Kita Sebenarnya?

Kita sering merasa bahwa kita sudah yang paling terhebat dari lingkungan sekitar kita, kita sering merasa lebih daripada orang sekitar kita. Itulah perasaan dan mental yang sebenarnya memang manusiawi sewajarnya karena di dalam diri manusia umumnya memiliki rasa ingin dihargai.

Sikap tersebut memang selalu ada karena sifat dasar manusia yang ingin selalu dianggap berada di lingkungannya. Namun tidaklah tepat ketika seseorang sudah mulai menyombongkan dirinya secara berlebihan dan kemudian akhir dari cerita tersebut yang ingin menjatuhkan seseorang itu yang tidak tepat. Kesombongan mungkin dapat diterapkan kepada seseorang untuk dapat memacu potensi dan memacu semangat orang tersebut mungkin dapat diterapkan, tetapi tidak semua orang juga dapat menerima hal tersebut.

Sering kita melihat ataupun melakukan sikap tersebut, namun kalau kita pikir lebih seksama lagi, sebenarnya sikap tersebut hanyalah sikap yang akan lebih merendahkan orang disekitar kita. Karena seharusnya kecerdasan atau kepintaran yang kita miliki bukanlah untuk disombongkan, melainkan disampaikan melalui media dan proses penyampaian yang tepat. Sehingga ilmu tersebut dapat bermanfaat.



Di kalangan profesi sering kita melihat seseorang yang memang beliau pintar dan berpengalaman dibidangnya selalu membandingkan dirinya dengan rekannya, atasannya atau bawahannya yang tujuan dari perbicangan tersebut adalah perasaan ingi menjatuhkan. Nah, hal tersebut sering menjadi perhatian saya, bagaimana sih merubah midset orang tersebut untuk menjadi sosok yang berubah dari kebiasaan tersebut. Karena suatu tindakan yang sering dilakukan akan berubah menjadi habbits yang justru akan menjatuhkan kita pada waktunya.

Sebagai seorang manusia memang pasti akan luput dari kebenaran atau bahasa yang sering saya keluarkan adalah khilaf. Alangkah bijaknya kalau kita semua sering-sering intropeksi diri dalam melakukan tindakan kita sendiri dan terus mencoba untuk membantu mengingatkan lingkungan sekitar kita dalam hal kebaikan (Amar Ma'ruf).
Previous
Next Post »