Green Building Untuk Indonesia!

Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan gedung yang berwawasan akan lingkungan sudah seharusnya dilaksanakan di Indonesia mulai dini. Beberapa bencana alam yang diakibatkan perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan sudah mulai terlihat di beberapa daerah di Indonesia. Tidak meliputi untuk daerah-daerah yang memiliki iklim yang keras. Karena dari segi penggunaan tenaga listrik baik itu yang menggunakan gas, minyak bumi dan lain-lainnya, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Ada beberapa faktor juga dalam pembangunan dan pengoperasian gedung memberikan efek secara global, seperti terlansir pada Gambar 1.
Gambar 1. Building Sector's Impact
Konsep Green Building sendiri bukan berarti dalam perencanaannya kita harus merencanakan bangunan yang kita inginkan harus ditutupi seluruhnya oleh tanaman hijau. Melainkan ada beberapa faktor yang dikeluarkan oleh GBCI yang melingkupi dari beberapa faktor, yaitu:
1. ASD (Appropriate Site Development)
2. EEC (Energy Efficiency and Conservation)
3. WAC (Water Conservation)
4. MRC (Material Resource and Cycle)
5. IHC (Indoor Health and Comfort)
6. BEM (Building Environment Management)

Beberapa aspek di atas yang dibahas oleh GBCI untuk bangunan gedung baik it yang sudah berdiri (existing) atau bangunan gedung yang baru, memiliki prosentase nilai-nilai yang berbeda. Khusus untuk bangunan gedung yang baru, nilai persentase/bobot terbesar terletak pada kategori EEC. Kategori EEC ditujukan untuk membangun gedung yang sudah memiliki konsep sadar akan penghematan energi yang kebanyakan dikonsumsi oleh AC (air conditioning) dan lampu. AC sendiri yang tergantung oleh kondisi dalam ruangan yang ada. Kondisi ruangan yang harus tetap sejuk ketika siang hari dalam proses perencanaannya harus dilandasi oleh perhitungan OTTV (Harga perpindahan termal menyeluruh pada dinding luar yang memiliki arah atau orientasi tertentu). Penghitungan OTTV harus sesuai dengan SNI 03-6389-2000 (Download Klik Di Sini). Selain dari EEC, masih ada 5 kategori lain yang harus dipenuhi dalam mendapatkan sertifikat green. Namun, tanpa harus mendapatkan sertifikat tersebut kita sebagai seorang engineer harus bisa merencakan suatu bangunan baik itu gedung atau jalan dll, yang berlandaskan akan bangunan yang ramah akan lingkungan. Karena dengan kesadaran satu orang, maka akan memberikan dampak positif kepada orang-orang lainnya dalam berkarya.

Pembahasan mengenai kategori-kategori yang lebih mendetail akan saya postingkan dalam postingan yang tersendiri.

Salam Green!
Previous
Next Post »