MRT : Solusi untuk Macet di Jakarta

MRT ( Mass Rapid Transit) adalah suatu metode pemecahan solusi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Penggunaan Kereta api layang dan kereta api bawh tanah sebagai sarana tambahan untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada KRL. Penggunaan KRL yang sudah melampaui batas kapasitas saat-saat tertentu dimana ketika waktu padat (Jam kerja dan sekolah) kapasitas yang dimiliki KRL melebihi batas yang ada. Faktor kenyamanan yang terjadi pun semakin berkurang, orang berdesakan dan suasana yang panas "sumpek" berhimpitan dengan penumpang lain menjadi dasar utamanya. Pengoperasian KRL yang tidak bisa kurang dari 10 menit yang dikarenakan masih adanya pintu perlintasan kereta api yang kemudian menghambat perjalanan KRL.

Jenis lintasan yang digunakan dalam proyek MRT ini adalah jenis lintasa layang (elevated) dan Sub. MRT ini rencananya akan mendirikan juga beberapa stasiun yang ada, baik itu stasiun yang elevated dan stasiun yang berada di sub. Start stastion yang berada di Lebak bulus hingga akhir stasiun yang berada di Bundaran HI. MRT yang direncanakan akan melewati 13 stasiun.

Stasiun yang termasuk dalam stasiun elevated (layang) adalah stasiun Lebak Bulus, Fadmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja. Stasiun setelah sisingamangaraja dan sampai di bunderan HI adalah stasiun sub (bawah tanah). Stasiun sub sendiri ada dikarenakan padatnya lalu lintas dan faktor-faktor lainnya yang kemudian dari Senayan sampai bundaran HI menggunakan stasiun Sub.

Biarpun sudah adanya kereta elevated dan sub train, tetapi jika dari pihak masyarakat Jakarta yang memberikan respon negatif terhadap pembangunan MRT malah akan berdampak pada tidak effektifnya pembangunan MRT tersebut. Tapi, melihat daripada penggunaan KRL yang selalu penuh dan berdesak-desakan, sehingga asumsi saya dalam penggunaan MRT yang akan datang akan ditanggapi positif masyarakat Jakarta. Semoga dengan adanya MRT mendatang, kemacetan kota Jakarta dapat berkurang secara signifikan.
Previous
Next Post »