Pervious Paving : Solusi untuk Jalanan di Perumahan.

Majunya peradaban di suatu daerah maka akan menuntut daerah tersebut untuk membutuhkan lahan lebih. Sehingga beberapa daerah yang merupakan lingkungan khusus untuk penyeimbang pun terpakai oleh kepentingan manusia sendiri, baik itu berupa pemukiman, indsutri atau perdagangan yang menuntut lahan. Meningkatnya pemakaian lahan seiring dengan peningkatan penduduk akan menggeser ekosistem yang ada. Penggusuran lahan hijau yang ada disuatu daerah dan pemakaian bantaran sungai sebagai lahan yang kemudian akan mengakibatkan air akan susah untuk masuk kedalam tanah akibat betonisasi dan aspalisasi yang banyak terjadi. Air hujan yang turun di atas permuakaan jalan aspal ataupun beton akan langsung dilimpaskan karena jalan-jalan tersebut memiliki sifat yang mencegah air untuk masuk ke dalam tanah di bawah mereka dan menciptakan banjir besar yang akhirnya akan mengganggu ekosistem yang ada.

Banjir atau genangan merupakan permasalahan umum yang banyak terjadi di Indonesia. Tingginya curah hujan dan sedikitnya lahan yang mampu meresapkan air limpasan hujan ke dalam tanah oleh adanya penutupan lahan akibat perubahan fungsi lahan yaitu beerupa pemugaran jalan-jalan beraspal. Masalahnya adalah bahwa jalan jalan yang baik itu menggunakan perkerasan lentur ataupun perkerasan kaku sam-sama memiliki sifat yang tahan terhadap air.

Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut banyak jalan di area permukiman umumnya merupakan paving stone, namun paving stone di area tersebut memiliki kemampuan yang masih rendah dalam meresapkan air limpasan ke tanah.  Selain paving stone ada metode lain yang lebih efisien dalam hal meresapkan air limpasan kedalam tanah, yaitu dengan memasang pervious paving. System Pervious paving ini sendiri digunakan untuk mengurangi runoff dan memperbesar infiltrasi (Harrisburg, 1998).

Sistem ini sendiri pun harus didukung dengan beberapa factor yang ada dilapangan. Pervious Paving membutuhkan permukaan tanah yang mampu meresapkan air sebagai tempat jalannya air menuju ke dalam tanah. Sehingga kemampuan infiltrasi tanah asli yang berada di bawah pervious paving harus lebih besar daripada kemampuan infiltrasi pervious paving agar air dapat masuk secara optimum.Selain itu system pervious paving dapat menangkap logam berat yang jatuh dan mencegah air dengan kandunga logam berat terakumulasi secara tidak sengaja di lingkungan. Polutan logam berat tersebut yang mana berasal dari polusi yang ditimbulkan dari kendaraan bermotor yang meninggalkan jejak berupa gas CO2, minyak yang kemudian akan menimbulkan efek polusi pada air.

Adapun beberapa jenis pervious paving yang sering digunakan,yaitu:
1.    Pervious Concrete (Beton Tembus Air)
Beton tembus air ini dapat dipergunakan secara luas baik itu untuk jalan yang memiliki tingkat traffic yang cukup tinggi atau untuk daerha-daerah pemukiman penduduk. 
2.    Porous Asphalt (Aspal Berpori)
3.    Single-sized Aggregate
4.    Porous Turf (rumput berpori)
5.    Open-jointed blocks
6.    Resin bound paving
7.    Bound recycled glass porous pavement

Pervious paving mungkin tidak dapat memecahkan semua masalah kita tentang air, tetapi menjanjikan beberapa pilihan yang sangat menarik untuk menemukan cara-cara untuk menyeimbangkan kembali semua yang ada. Meskipun, pervious paving bukan sesuatu hal yang baru, pervious paving ini dapat kita jumpai di kampus, sekolah, taman bermain dan tempat parkir do South Florida-Amerika Serikat. Penelitian yang berlangsung di seluruh dunia dan di perusahaan-perusahaan dunia akan terus mencari untuk memajukan teknologi dalam melestarikan lingkungan kita semua.



Previous
Next Post »