Struktur Gedung Beraturan dan Tidak Beraturan

Struktur gedung dalam suatu perencanaan struktur dibagi manjedi dua, yaki struktur geudng beraturan dan struktur gedung tidak beraturan. Pembedaan ini sendiri dikarenana dalam proses menganalisis yang sedikit berbeda yang dijelaskan pada postingan ini. Untuk struktur yang tidak beraturan lebih mudah untuk tidak menggunakan analisis statik ekuivalen. Jika ingin mendownload SNI 03-1726-2002 atau ingin download/unduh makalah yang menjelaskan proses pembuatan respon spektrum menurut SNI 03-1726-201x dari pak Wiryanto klik disini. Struktur gedung beraturan sendiri telah ditetapkan SNI 03-1726-2002, apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut :



  1. Tinggi struktur gedung 10 tingkat atau 40 m dari model taraf penjepitan
  2. Denah struktur gedung adalah persegi panjang tanpa tonjolan, kalaupun mempunyai tonjolan, panjang tonjolan tersebut tidak lebih dari 25% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah tonjolan tersebut.
  3. Denah struktur gedung tidak menunjukkan coakan sudut dan kalaupun mempunyai coakan sudut, panjang sisi coakan tersebut tidak lebih dari 15% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah sisi coakan tersebut.
  4. Sistem struktur gedung terbentuk oleh subsistem-subsistem penahan beban lateral yang arahnya saling tegak lurus dan sejajar dengan sumbu-sumbu utama ortogonal denah struktur gedung secara keseluruhan.
  5. Sistem struktur gedung tidak menunjukkan loncatan bidang muka dan kalaupun mempunyai loncatan bidang muka, ukuran dari denah struktur bagian gedung yang menjulang dalam masing-masing arah, tidak kurang dari 75% dari ukuran terbesar denah struktur bagian gedung sebelah bawahnya. Dalam hal ini, struktur rumah atap yang tingginya tidak lebih dari 2 tingkat tidak perlu dianggap menyebabkan adanya loncatan bidang muka
  6. Sistem struktur gedung memiliki kekakuan lateral yang beraturan, tanpa adanya tingkat lunak. Yang dimaksud dengan tingkat lunak adalah suatu tingkat, di mana kekakuan lateralnya adalah kurang dari 70% kekakuan lateral tingkat di atasnya atau kurang dari 80% kekakuan lateral rata-rata 3 tingkat di atasnya. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan kekakuan lateral suatu tingkat adalah gaya geser yang bila bekerja di tingkat itu menyebabkan satu satuan simpangan antar-tingkat.
  7. Sistem struktur gedung memiliki berat lantai tingkat yang beraturan, artinya setiap lantai tingkat memiliki berat yang tidak lebih dari 150% dari berat lantai tingkat di atasnya atau di bawahnya. Berat atap atau rumah atap tidak perlu memenuhi ketentuan ini
  8. Sistem struktur gedung memiliki unsur-unsur vertikal dari sistem penahan beban lateral yang menerus, tanpa perpindahan titik beratnya, kecuali bila perpindahan tersebut tidak lebih dari setengah ukuran unsur dalam arah perpindahan tersebut
  9. Sistem struktur gedung memiliki lantai tingkat yang menerus, tanpa lubang atau bukaan yang luasnya lebih dari 50% luas seluruh lantai tingkat. Kalaupun ada lantai tingkat dengan lubang atau bukaan seperti itu, jumlahnya tidak boleh melebihi 20% dari jumlah lantai tingkat seluruhnya
Untuk sturktur gedung tidak beraturan sendiri yaitu sturktur gedung yang tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat diatas.
Previous
Next Post »