Beban Gempa Bumi Pada Perencanaan Struktur

Gempa bumi adalah suatu beban dinamis nonharmonis-nonperiodis yang menimbulkan respon berupa getaran di permukaan bumi yang disebabkan oleh gerakan lempengan kerak bumi. Gerakan tersebut menyebabkan struktur dan batuan menjadi rusak dan patah secara tiba-tiba. Selain itu akibat gesekan antar lempeng tektonis akan terakumulasi energi mekanik yang selanjutnya terpancar kesegala arah dengan medium tanah dan bebatuan disekitarnya sehingga mencapai ke permukaan bumi dalam bentuk energi gelombang. Energi gelombang inilah yan akan memberikan getaran kepada struktur bangunan dari pondasi hingga  mencapai puncak dari bangunan yang pada skala tertentu bias dirasakan oleh manusia dan bahkan dapat menimbulkan keruskakan dan keruntuhan yang parah.

Gempa bumi saat ini merupakan suatu pertimbangan yang harus ada dalam setiap perencanaan. Gedung dan infrastrukturpun harus memiliki perencanaan yang harus disertai dengan pemberian beban gempa. Ini semua disebabkan intensitas gempa yang tinggi dengan ML/SR yang besar. Bukan karena kebetulan Indoneisa sering terkena gempa, melainkan letak NKRI sendiri yang berada pada ring of fire. Lempeng-lempeng bumi yang menggerakkan pulau-pulau bahkan benua-benua yang ada berkumpul di Indonesia.
Pemodelan sendiri dalam perencanaan struktur sendiri dibagi menjadi dua yaitu beban gempa statis dan dinamis.

1. Statis
Pemberian gempa statis sendiri disini pemodelan pemberian gempa kepada gedung yang beban gempanya ditransfer dari pergerakan tanah menjadi gaya geser yang diterima oleh gedung disetiap lantainya. Pemberian beban gempa statis atau disebut statik ekuivalen ini hanya dapat diterapkan pada struktur gedung yang memilikis sifat regular (gedung yang berbentuk teratur) untuk syarat dari pada postingan saya mengenai gedung regular. Proses analisis yang digunakan dengan pemberian beban secara statik ini menggunakan analisis ragam.

2. Dinamis
gempa dinamis disini beban gempa yang berubah-ubah menurut waktunya. beban dinamis di dalam perencaan gedung ini lebih memiliki nilai keakuratan dalam pemberian gempanya kepada gedung karena dalam proses penghitungannya menggunakan analisis integrasi bertahap.

Pemberian gempa dinamis sendiri dibagi menjadi dua,yakni memberikan gempa dengan respon spektrum menurut dari daerah masing-masing (respon spectra nalysis) dan pemberian gempa dengan menginput akselorogram gempa yang telah terjadi di suatu daerah (time history analysis)

Previous
Next Post »