Contoh Perencanaan Pelat Satu Arah (Lanjutan Perencanaan Struktur Beton Part 2) - Part. 3

Contoh dibawah ini merupakan hasil dari berguru dari dosen-dosen semasa saya masih kuliah (tapi sekarang pun masih kuliah :D) di UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta) Solo. Tanpa bermaksud untuk pamer tapi hanya sekedar sharing untuk rekan-rekan luar ataupun dalam UNS. Contoh di bawah ini saya ambil dari materi-materi yang diberikan ketika kuliah struktur beton.

Sebelum melihat contoh yang ada, lebih baik rekan-rekan sebelumnya menyempatkan untuk melihat materi dari postingan sebelumnya tentang Perencanaan Struktur Beton (Pelat Lantai part.1) 


Diketahui pelat lantai seperti pada gambar dibawah ditumpu bebas pada tembok bata, menahan beban hidup 150 kg/m2dan finishing penutup pelat (tegel,spesi,pasir urug) sebesar 120 kg/m2. Pelat ini terletak dalam lingkungan kering. Mutu beton fc’ = 20 MPa, Mutu baja fy = 240 MPa (Polos).


Ditanyakan : Tebal Pelat dan Penulangan yang diperlukan.

Penyelesaian:
1. Tentukan tebal pelat (berkenaan syarat lendutan).
Tebal minimum pelat hmin menurut Tabel 1.4, untuk fy = 240 MPa dan pelat ditumpu bebas pada dua tepi adalah :
                                                       hmin =
Tebal pelat ditentukan h = 0,14 m (=  140 mm).



2. Penghitungan Beban-Beban yang terjadi.

qu  = 1,2 qd + 1,6 q1
qd akibat berat sendiri = 0,14 x 2,40          = 0,336 t/m2
qd dari finishing penutup lantai                  = 0,120 t/m2
                                                                                             +
                               Total beban mati qd    = 0,456 t/m2
                               Beban hidup q1           = 0,150 t/m2
                               Beban berfaktor qu  = 1,2 x 0,0,456 + 1,6 x 0,150
                                                                  = 0,7872 t/m2
 
3. Penghitungan Momen-Momen yang terjadi
    Dengan menggunakan koefisien momen, didapat :  
Pada lapangan, Mu  = 1/8 qu L2  = 1/8 x 0,7872 x 3,62
                                   = 1,2753 tm
Pada tumpuan (memperhitungkan jepit tak terduga)
                        Mu  = 1/24 qu L2 = 1/24 x 0,7872 x 3,62
                               = 0,4251 tm
 
4. Penghitugnan Tulangan


Tebal pelat h = 140 mm
Tebal penutup p = 20 mm (pasal 1.3).
Ditentukan diameter tulangan f p = 10 mm
Tinggi efektif  d = h – p – ½ f p
                         = 140 – 20 – ½ . 10 = 115 mm


 



b. Tulangan Tumpuan

c. Tulangan Pembagi

5.Gambar Sketsa Penulangan  

Itu dulu mungkin untuk contoh soal dari perencanaan pelat satu arah dan tidak lupa saya sebagai mahasiswa UNS untuk berterimakasih kepada dosen-dosen sipil UNS yang sudah memberikan ilmu ini :).

Semoga dapat memberikan inspirasi buat rekan-rekan. 

Adapun artikel lainnya yang membahas mengenai perencanaan struktur beton:
1. Perencanaan Struktur Beton - Part.1
2. Perencanaan Struktur Beton- Desain Pelat Lantai 1 Arah
3. Contoh Soal Desain Pelat 1 Arah
4. Perbedaan Pelat 1 Arah dan 2 Arah
5. Perencanaan Pelat Lantai 2 Arah

Previous
Next Post »