Beton mutu tinggi (UHPC)

Jaman yang semakin maju yang kemudian menuntut suatu proyek untuk terselesaikan lebih cepat dari biasanya. Ramah lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan suatu pekerjaan konstruksi.

Setelah membaca artikel dari Bapak Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra tentang UHPC. Untuk memperdalam saja tentang apa sih UHPC itu? UHPC itu sendiri sepengetahuan saya yaitu teknologi beton yang berbasis nano tech. Artian dari penggunaan nano tech itu sendiri dikarenakan UHPC itu sendiri menggunakan butiran-butiran material yang sangat halus dengan rentang ukuran nanometer disingkat nm sampai ukuran 0,5 mm, yang terdiri dari mikrosilika (yang berukuran antara 50-1000 nm), partikel semen (dengan ukuran antara 2-100 µm) dan pasir halus (dengan ukuran antara 10 – 500 µm). Penggunaan butiran-butiran yang halus ini menjadikan susunan-susunan partikel beton menjadi semakin rapat dari beton biasa yang cenderung memiliki pori-pori. Sedikitnya jumlah pori yang dihasilkan, maka kekuatan beton pun akan meningkat.


Akibat sedikitnya pori-pori yang dihasilkan UHPC, pemakaian air untuk UHPC itu sendiri haruslah sedikit. Air yang merupakan faktor utama penyebabnya pori di dalam beton yang diakibatkan proses hidrasi di dalam beton in yang mana jika pemakaian air yang dalam jumlah banyak maka justru akan mengurangi kekuatan beton tersebut. Solusinya untuk mengurangi pemakaian air yaitu dengan menggunakan Superplasticizer (SP) tipe Polycarboxylatether (PCE). Superplastisizer ini akan secara effektif meningkatkan workability dalam proses pengerjaan beton. Ditambahkannya SP ke dalam beton segar ini menjadikan beton segar tersebut  bersifat sangat plastis sehingga dapat memudahkan dalam proses pengerjaan pengerjaan.

Kekurangannya dalam menciptakan beton UHPCC tersebut yakni masih belum terciptanya formula mix-design. Semoga saja bapak-bapak profesor segera mengeluarkan formula untuk beton performa tinggi ini :D
Previous
Next Post »